"Surga tempatnya orang-orang berprestasi"(KH. Ilyasi Siraj, M.Ag.)




BROKEN HEARTS: BERSETIALAH SEPERTI NOVELIS


Sutradara Broken Hearts terlalu kejam menimpakan musibah kepada aktor yang cukup baik perilakunya. Tokoh itu dibunuhnya tanpa menyisakan kebahagiaan lebih panjang. Takdir—di tangan sutradara itu—seperti mainan yang seenaknya diumbar ke hadapan penonton dan memaksa penonton untuk bersedih hati berkepanjangan. Begitu, saya memberikan apresiasi kepada film Broken Haerts yang juga berhasil menumpahkan air mata saya.

Film yang di bintangi oleh Julie Estella, Reza Rahadian, dan Darius Sinathrya adalah kisah kesetiaan seorang kawan. Entah kenapa film seperti itu disajikan kepada penonton. Barangkali, sutradara ingin mengabarkan kepada masyarakat, terutama kepada kaum muda, bahwa di tengah kecanggihan tekhnologi yang memungkin banyak orang menipu pasangannya, masih ada cerita kesetiaan, atau jangan-jangan sutradara tengah mengajukan memprotes, bahwa kesetiaan hanya ada di dalam cerita, sedangkan di dunia nyata hanya khayalan belaka. Jika dugaan saya seperti itu, maka betapa kejamnya hidup yang tak bersetia.

Begini sedikit riwayat kisahnya:
Ketika Olivia (Julie Estella) tengah kongko-kongko disebuah kafe bersama teman-temannya, datanglah pemuda ganteng yang langsung menyihir hatinya. Tentu, ketertarikannya pada pemuda itu karena penampilannya yang keren, gagah, macho, dan intinya perlente. Awal-awal jatuh cinta, riwayatnya amatlah romantis, dan janji menikah sudah di depan mata. Pemuda itu bernama Jimmy (Reza Rahadian) seorang pengusaha sukses dan cukup banyak memiliki harta. Olivia bahagia dengan kehadirannya. Bersama Jimmy, nyaris tak ada kesedihan yang merundung hari-harinya.

Seiring waktu, Jimmy menghilang tanpa sepengetahuan Olivia. Olivia merasa dikhianati. Gadis manis nan ayu itu mulai merasakan kepedihan sejak raibnya kekasih yang amat disayanginya. Bahkan—Andai kata—teman-temannya tidak memberikan motivasi semisal: carilah penganti, lupakan Jimmya, dan sebagainya, mungkin Olivia akan terus terpuruk. Bukankah cinta telah banyak menelan korban, semisal gantung diri, minum racun nyamuk, insektisida, dan sebagainya. Itulah tidak nyamannya jatuh dari tiang cinta.

Sebagaimana kebanyakan perempuan yang mudah luluh oleh rayuan lelaki, akhirnya Olivia secera perlahan melupakan cintanya kepada Jimmy, dan mengalihkan cintanya kepada pemuda lain yang berprovesi sebagai novelis. Novelis itu bernama Aryo. Bukan Nun Urnoto El Banbary. Lengkapnya Aryo Abimanyu Bin Hidayat Jati.

Aryo melakukan PDKT. Seperti biasanya, diawal-awal ta’ruf para gadis melakukan penolakan, dan itu pun tak bertahan lama. Setelah digempur kanan-kiri, biasanya kaum perempuan luluh berantakan (haha: kayak gelas pecah). Begitulah yang terjadi dengan Olivia. Olivia jatuh cinta kepada Aryo, entah dengan alasan apa (tonton sendiri filmnya:kwkwk).

Olivia tidak tahu, bahwa Aryo tak lain adalah utusan Jimmy untuk menggantikan posisinya, agar Olivia tidak jatuh ke lubuk hati lelaki lain. Olivia mengira, kehadiran Aryo adalah kiriman dari Tuhan. Namun, nyatanya itu hanya rekayasa Jimmy yang tengah sekarat karena divonis menderita kanker hati. Jimmy ingin Olivia bahagia di tangan Aryo, sahabat karibnya sendiri.

Aryo yang awalnya hanya melaksanakan tugas untuk menjaga Olivia dengan pura-pura jatuh cinta, akhirnya benar-benar masuk dalam jerat cinta Olivia. Jimmy menyaksikan dengan kepala sendiri romatisnya Olivia dengan Aryo. Tetapi, Jimmy dilanda cemburu. Jimmy meminta Aryo untuk meninggalkannya, dan Aryo—sebagai sahabat yang baik hati—menuruti keinginan Jimmy, meski teramat sangat berat sekali. Aryo lebih memilih mempertahankan persahabatan, daripada memilih cinta yang mulai tumbuh di hatinya.

Sekuat tenaga, Aryo memutuskan jalinan cintanya. Olivia terpukul. Tersiksa, karena ia merasa cinta kedua kalinya bernasib sama dengan yang pertama. Aryo meninggalkan Olivia, tanpa alasan yang jelas.

Masalah kian pelik, ketika Olivia sedikit mengetahui perihal yang sesungguhnya. Dan—seperti yang saya sampaikan di awal tulisan—Sutradara terlalu kejam kepada salah satu tokoh cerita setelah tidak bisa menyelesaikan kemelut cinta mereka. Sutradara kehabisan akal menyelesaikan takdir secara baik. Itulah yang membuat saya sedih.

Akhirnya, pembaca harus menyaksikan sendiri film Broken Hearts itu. Sebab saya tak mampu melanjutkan lagi. Hehe.

Pengulas,

Nun Urnoto

   
     

Share this article :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kabar Nun - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger