"Surga tempatnya orang-orang berprestasi"(KH. Ilyasi Siraj, M.Ag.)




SAN ANDREAS



Di sela-sela kejenuhan menulis, saya menyelinginya menonton film. Film-film yang saya tonton adalah film action dari Hollywood, karena saya tidak terlalu suka dengan film cengeng ala Korea, apalagi film kuntilanak, suster ngesot, babi ngepet, dan semacamnya. Bukan saya tidak cinta dengan produk film negeri sendiri, tetapi film-film negeri sendiri masih terlalu remaja dan kurang memotivasi, bahkan kadang tak masuk akal.

Kali ini, saya menonton film SAN ANDREAS. Film produksi New Line Cinema ini dibintangi oleh aktor Dwayne Johnson,  Carla Gugino, dan Alexandra Daddario. Aktor-aktor ganteng dan cantik itu sudah cukup membuat saya terkesima, apalagi dengan aksi-aksi heroiknya.
Aksi pertama dilakukan oleh Ray (Dwayne Johnson) yang berusaha menolong seorang perempuan di bibir tebing curam, ketika kecelakaan menimpanya. Perempuan pengendara mobil yang oleng saat menghindari tebing longsor itu diambang maut. Namun, Ray yang menjadi polisi berupaya menolong perempuan sial itu. Helikopternya berusaha memasuki celah-celah tebing, dan nyaris gagal mengangkat tubuh perempuan itu.

Aksi lain yang dilakukan Ray adalah saat berusaha menolong istrinya, Emma (Carla Gugino) dan anaknya dari hantaman gempa bumi yang menelan ribuan jiwa di Selatan Nevada Amerika Serikat. Ray dengan tubuhnya yang kekar beraksi cepat untuk menolong istrinya yang terjebak di dalam sebuah apaertemen dengan ketianggian yang cukup mengerikan. Berbekal Helikopter, Raya mencarinya hingga akhirnya menemukan istrinya di antara puing-puing reruntuhan bangunan. Emma berusaha bangkit, meski kepalanya terluka. Sebab, jika tidak, maka bangunan-bangunan menjulan itu akan mengubur tubuhnya hidup-hidup.

Cukup mendebarkan, Ray nyaris tak bisa menolongnya ketika gempa susulan berskala 8,5 Richter itu kembali merobohkan bangunan yang menjulang. Beruntung istrinya masih selamat. Kali ini, nasib baik berpihak kepada Ray, meski akhirnya helikopternya terjatuh menghantam toko bangunan setelah mesinnya mengalami kerusakan.

Mendekati klimaks, adengan-adengan makin seru. Kali ini, Ray berusaha menyelamatkan anaknya, Blake (Alexandra Daddario) bersama tiga orang temannya yang juga terjebak di kota Los Angles yang seluruh bangunannya runtuh. Ray dan istrinya kian bingung, kerena Blake tak kunjung ditemukan. Sementara bangunan-bangunan kian berguguran. Gelombang menghantam seisi kota dan menghanyutkan segalanya.

Blake dan tiga temannya yang terjebak berusaha keluar dari bangunan berlantai tinggi sebelum bangunan itu benar-benar rata dengan tanah dan membenamkan tubuhnya. Sialnya, usahanya gagal. Blake tenggelam dalam ruang tertutup di dalam kubangan air. Ray yang mencarinya hanya mendapati tubuhnya membiru. Ray sedih tak kepalang, karena anak gadisnya tak bernafas.

Penonton (gue maksudnya) kian tegang, karena tak tega menyaksikan si Blake nan cantik itu tewas begitu saja. Saya berharap, Ray tetap berupaya mengembalikan nyawanya. Maka, tanpa putus asa, Ray memompa jantungnya dengan menekan dadanya, hingga akhirnya Blake kembali bernafas. Kedua temannya juga selamat, tetapi kota sudah rata dengan tanah. Semoga Jakarta tidak serupa film itu.

Jika Anda penasaran, silakan tonton filmnya, dan jika tak punya kuota untuk download silakan isi sendiri. Jangan minta isikan ke saya. J
Kapan ya, film tanah air itu aksi-aksinya tak kentara. Paling tidak seperti film The Raid-lah.


Film 2015

Diulas oleh:
Nun Urnoto El-Banbary
Share this article :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kabar Nun - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger