"Surga tempatnya orang-orang berprestasi"(KH. Ilyasi Siraj, M.Ag.)




POSTINGAN HARI INI
print this page
POSTINGAN TERBARU

LITERASI DI DESA GULUK-GULUK





Sumenep—Sejak bulan Maret 2013, saya memberikan pelatihan menulis di rumah salah seoarang penduduk di desa Guluk-Guluk Timur Kabupaten Sumenep. Mereka terdiri dari anak-anak SMA, SMP, PT, hingga anak-anak SD. Keinginannya untuk menulis cukup kuat, dan secara teoretis mereka sudah mampu. Sekarang tinggal praktiknya untuk dilakukan secara istikamah.

Kegiatan tersebut diadakan setiap senin sore. Isi materinya lebih fokus pada praktik menulis, saling mengoreksi, dan memberikan penilaian terhadap karya yang sudah dihasilkan.

Penyadaran dunia literasi terhadap mereka sangat penting, demi masa depan pendidikannya yang tentu saja akan melibatkan kegiatan menulis, seperti menulis artikel, makalah, skripsi, dan lain-lainnya.

Saya berharap pendidikan menulis sejak awal akan memberikan manfaat bagi kesulitan-kesulitan mereka di masa yang akan datang, sekaligus mereka tumbuh menjadi penulis-penulis hebat yang mampu menginspirasi dunia. Semoga Allah mengabulkan keinginan mereka.

0 komentar

FLP PEDULI LITERASI INDONESIA




Pamekasan—Pada tanggal 27 Mei 2014, saya diundang Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Pamekasan dalam acara Talkshow “Peduli Literasi Indonesia” di Pendopo Wakil Bupati Pamekasan. Hadir dalam acara tersebut, ketua FLP Pusat, Ibu Sinta Yudisia Wisudanti, sekaligus novelis yang sudah melahirkan banyak karya sastra. Selain Ibu Sinta Yudisia, hadir juga anggota DPRD Pamekasan, Bapak Muhsin Salim sekaligus mantan ketua FLP Pamekasan.

Setelah saya, dan Ibu Sinta Yudisia memberikan pencerahan, acara dilanjutkan dengan sharing kepenulisan bersama para peserta yang didominasi oleh santri-santri FLP, seperti FLP Ranting Banyuanyar dan FLP Ranting Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep. Berbagai persoalan diangkat dalam forum tersebut yang rata-rata pertayaannya seputar gagalnya naskah mereka tembus ke media atau penerbit.

Acara yang dipandu oleh Amirisshalihah itu, dilanjutkan dengan beberapa lomba dan pemberian hadiah, yang dipandu langsung oleh panitia. Suana semakin meriah ketika matahari di atas pendopo wakil Bupati Pamekasan meninggi dan menyiramkan panasnya.


Acara juga disertai dengan Bazar Buku untuk memacu semangat baca para peserta talkshow yang terlihat semakin antusias.  
0 komentar

DIKLAT JURNALISTIK DASAR


Sumenep—Setelah menjadi trainer di Mojokerto, pada 23 Desember 2013 saya langsung meluncur ke desa Pordepor di Kabupaten Sumenep untuk mengisi Diklat Jurnalistik Dasar yang diselenggarakan oleh SMP Siratul Islam yang terletak di pedalaman Guluk-Guluk. Letih  belum selesai setelah pukul tiga dini hari, saya baru tiba di Menara Cling atau Tanjung Kodok.

Pukul 09.00 WIB., saya langsung menuju tempat acara. Sebuah gedung sekolah yang terletak di tengah-tengah sawah sudah menanti. Beberapa guru datang menyambut dan menyilakan saya ke ruang tamu, seraya ditemani oleh menantu pengasuh pesantren.

Pelatihan Jurnalistik Dasar yang diikuti oleh anak-anak SMP dan para guru, cukup antusias. Saya melihat ada upaya serius dari pihak sekolah mengampanyekan nilai-nilai literasi sejak usia dini pada anak didiknya. Setidaknya, upaya membangkitkan semangat iqra’ sudah ada.

Seperti biasa, setelah mengisi pelatihan kepada mereka, saya memberikan bingkisan buku kepada peserta yang aktif bertanya ketika pelatihan berlangsung.

Saya berharap, motivasi dan pelatihan yang saya sampaikan dapat memberikan pencerahan kepada mereka, bahwa menulis bukanlah sebuah bakat terpendam, tetap hasil belajar yang sungguh-sungguh. Semoga pula, para pendidiknya diberi kekuatan untuk selalu membimbing mereka dengan tulus.



Nun.
0 komentar

NUN BEBICARA MENULIS DI MOJOKERTO

Dok. Nun

Mojokerto—Mengisi pelatihan menulis pada 22 Desember 2013 yang diadakan oleh SKIPPER Mojokerto, menjadi tonggak sejarah keinginan saya untuk menjadi trainer kepenulisan, sekaligus sebagai alat dakwah untuk menyampaikan kebenaran ayat-ayah Tuhan tentang semangat iqra’ dan keajaiban menulis. 

Saya tiba di Mojokerto tanggal 21 Desember sekitar pukul 03.00 WIB., dan langsung menuju hotel Surya Kertajaya yang disediakan oleh Panitia, serta langsung melepas lelah, karena terlalu letih menempuh perjalanan dari Sumenep Madura.
Dok. Nun
Pagi harinya, 22 Desember 2013, saya langsung mengisi pelatihan yang peserta cukup banyak, mulai anaka-anak SMA, guru, hingga orangtua yang berkeinginan kuat untuk menulis.

Sebelum menyampaikan meteri, saya memberikan motivasi tentang menulis, dengan harapan para peserta bersemangat terhadap dunia literasi yang sebenarnya sangat jarang disukai oleh kebanyakan manusia.

Beberapa pertanyaan klasik diajukan oleh peserta, misalnya bagaimana cara menulis yang baik, atau bagaimana caranya tulisan diterima penerbit atau media, dan lain sebagainya. Setelah sesi tanya jawab, saya langsung melakukan praktik menulis, untuk membuktikan kepada peserta bahwa menulis itu mudah atau bahkan bisa menjadi sulit.

Diakhir acara menulis yang dikemas dengan tema:“Menulis Bersama Nun”, saya memberikan bingkisan berupa buku kepada peserta yang tulisannya paling baik selama pelatihan.

Saya berharap, pelatihan yang saya berikan menjadi bermanfaat kepada mereka, sehingga semangatnya tetap menyala di hati mereka, meski saya yakini, tidak semua peserta berhasil saya gugah semangat literasinya.  

Kepada para panitia SKIPPER, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas sambutannya, terutama Ibu Evi Rakhmawati dan Mas Muha. Semoga Allah membalas jerih keringatnya. Amin …

0 komentar

CINTA MERANTAU DALAM SEJARAH

Lima penyair yang sajaknya terpahat bagai prasasti dalam buku setebal 168 ini patut mendapat apresiasi dari para penyair, kritikus, dan pembaca luas yang mencintai puisi, apa pun bentuk dan wajah puisi itu sendiri. Puisi-puisi yang termaktub di dalamnya hampir keseluruhan berisi kritik terhadap vonis diskriminasi dalam kehidupan nyata. Para penyairnya menyertakan data-data valid pada setiap metafor sajaknya dalam bentuk catatan kaki. Artinya, puisi disentuh tidak hanya dalam dunia khayal belaka, seperti yang selama ini menjadi kenyataan tak terhindarkan.

Lima penyair di dalam buku ini, sementara waktu bisa disebut sebagai orang-orang yang responsif terhadap wacana baru kepenyairan tanah air dari sudut pandang Denny JA, yang dianggap penggagas penulisan puisi esai. Tetapi, tidak bisa disebut sebagai pengikut Denny JA, karena keyakinannya sebagai penyair tidak dibatasi oleh ajara-ajaran penulisan puisi manapun.

Lima penyair di dalam antologi ini berhasil memotret kenyataan di sekelilingnya menjadi sumber sajak yang penuh makna untuk disampaikan kepada para pembaca, dan pada setiap catatan kakinya ada sumber mata cinta tempat fakta berbicara.

Pada bagaian awal Ahmad Ijazi menulis puisinya dengan judul GESTAPU, yang berkisah tentang seorang gerwani dari Blitar bernama Putmainah. Sebuah kisah diskriminatif terhadap perlakuan sewenang-wenang penguasa pada masanya. Judul puisinya berikutnya berjudul Pengakuan Jenderal Madrictsch yang ditulis oleh Faried Januar dengan latar Jerman.

Karya berikutnya ditulis oleh Nun Urnoto El Banbary dengan judul Dendang Bujang Tanah Seberang, yang berkisah seorang pemuda untuk memakmurkan tanah kelahirannya yang dilanda kekeringan. Sementara sajak berikutnya ditulis oleh Sri Wintala Achmad dengan Elegi Cinta Putri Pembayun yang juga berkisah diskriminasi dalam sejarah tanah air pada masa pemerintahan Mataram. Ni Hoekong Di Muka Raad Van Justitie karyo Wendoko yang juga menulis puisi esai sejarah.

Lepas dari kotak-kotak pendapat yang belakangan menjadi sedikit memanas di kalangan masyarakat penyair yang masih awam polemik, puisi esai ini cukup menjadi bagian yang menghidupkan kesusastraan tanah air, dengan catatan para penyair dan pemerhati sastra memiliki kearifan berpikir.  

Antologi ini layak jadi referensi atau sebagai dokumen sejarah yang barangkali kelak dibutuhkan sebagai kajian intelektual generasi berikutnya.


Data Buku:

Judul: Rantau Cinta Rantau Sejarah
Penerbit: Jurnal sajak
Editor: Jamal D. Rahman
Cetakan: 1 April 2014 Depok
0 komentar

IBU PALING ISTIMEWA



Data Buku: 
Judul: Ibuku Berbeda
Penerbit: de TEEns Yogyakarta
Cetakan: 1 November 2013
Penulis: 85 makhluk pencinta ibu
Harga: ---

Ibu adalah makhluk paling unik, ajaib, keramat, dan misterius, sehingga tak boleh seorang pun memperlakukannya semena-mena serupa Maling Kundang yang durhaka. Gegara ibu, manusia berkesempatan menikmati lezatnya dunia, dan selanjutnya akan menikmati lezatnya surga. Ibu adalah kekuatan yang bisa mengalahkan kaum lelaki dengan kemampuannya yang dwifungsi, seperti halnya menjadi seorang ibu yang lembut bagi anak-anaknya dan menjadi ayah ketika bekerja membalik tanah untuk menghidupi anak-anaknya.

Di dalam kasih ibu, manusia bisa menemukan kedamaian saat belenggu-belenggu dunia menjadi kecamuk. Doa ibu adalah lantunan yang mudah diistijabah oleh Allah. Maka, hormati ibu yang telah berdarah-darah melahirkannya.   

Antologi kisah menggetarkan tentang ibu terbentang dalam buku setebal 239, terbitan de Teens inprint Diva Pres. Kisah-kisahnya tentang kemuliaan ibu dari seluruh nusantara yang diceritakan oleh para penulis yang memiliki semangat literasi cemerlang di masa yang akan datang. Tidak layak jika dibengkalaikan begitu saja. Mutiara berharga patutlah segera dipungut dan disimpannya pada almari yang paling bersih: kalbu.

Ada 85 penulis yang menyajikan kisah-kisah perjuangan seorang ibu yang telah mengantarnya untuk sekadar singgah selama beberapa tahun di alam fana sebelum akhirnya tua, lalu mati. Bahasa yang lugas dan tidak berbelut, bisa membantu orang-orang yang gila iqra’ untuk memahami dan mengambil pelajaran di dalamnya.

Seorang penulis di dalam buku ini merintih-rintih untuk menggambarkan jiwa perihnya kepada ibu, “Oh Ibu, jangan pergi lagi. Aku ingin tetap di sini. Tapi kenyataan pahit melanda. Ibu terkena penyakit gagal ginjal.” (Halaman 67). Begitu sebagian rintihannya untuk menggambarkan kecintaannya kepada ibu.

Silakan baca bukunya yang jarang didapatkan di dearah saya ini. Pembaca bisa langsung datang ke penerbit de teens Yogyakarta atau cari di toko buku terdekat di kota Anda. Jangan lupa, jadikan ibu Anda makhluk paling istimewa dibanding pacar Anda.



0 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kabar Nun - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger